Model Desa Wisata Ramah Kesehatan Jiwa melalui Penataan Ruang Terapeutik dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Mental di Desa Colo Kabupaten Kudus
Kata Kunci:
kesehatan jiwa, desa wisata, ruang terapeutik, kader kesehatan mental, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Kesehatan jiwa merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat, namun masih menghadapi berbagai tantangan berupa rendahnya literasi kesehatan mental, stigma terhadap gangguan jiwa, serta belum optimalnya pemanfaatan lingkungan sebagai media promotif kesehatan. Desa Colo, Kabupaten Kudus, memiliki potensi wisata alam dan religi yang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata ramah kesehatan jiwa melalui penataan ruang terapeutik dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model Desa Wisata Ramah Kesehatan Jiwa melalui penataan ruang terapeutik dan pemberdayaan kader kesehatan mental di Desa Colo. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, perangkat desa, pengelola wisata, dan perwakilan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah (FGD), dokumentasi, kuesioner, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kesehatan jiwa, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 58,6 menjadi 84,7 atau meningkat sebesar 44,5%, serta peningkatan peserta berkategori pengetahuan baik dari 31,4% menjadi 88,6%. Sebanyak 85,7% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam melakukan edukasi dan pendampingan kesehatan mental setelah mengikuti pelatihan. Program juga menghasilkan penataan tiga ruang publik terapeutik, penanaman 125 tanaman, serta pemasangan 10 media edukasi kesehatan jiwa yang dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang interaksi sosial dan relaksasi. Sebanyak 88,6% peserta menilai lingkungan menjadi lebih nyaman, sedangkan 82,9% menyatakan ruang terapeutik memberikan manfaat terhadap kesehatan mental dan keharmonisan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi penataan ruang berbasis lingkungan terapeutik dengan pemberdayaan kader kesehatan mental efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendukung pengembangan desa wisata yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.